Dalam sebuah wawancara, SBY berkata kepada para wartawan yang hadir di ruang konfrensi press Istana Negara : "Tau gak kalian, cita-cita saya waktu kecil? Jadi Pawang Hujan" jawabnya tanpa ditanya.
Yusuf Kalla yang kebetulan pada saat itu berada di sebelahnya spontan bertanya, "Lha, apa hubungannya dengan jabatan dan tugas anda selama ini?"
Dengan tenang dan bangganya SBY menjawab : "MENGHALAU MEGA...!!!"
Huahahaha...dendam kesumat.com
Tampilkan postingan dengan label Artikel Lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Lucu. Tampilkan semua postingan
18 April 2011
31 Juli 2010
Ayahku HEBAT
Saat istirahat sekolah, si Thole dan Panjul duduk-duduk berdua sambil mengobrol. Mereka lalu saling membanggakan ayahnya masing-masing.
Keduanya berusaha agar ayahnya tampak lebih unggul dari ayah temannya.
Teringat akan pelajaran geografi pagi harinya Panjul bertanya, "Kamu tahu Terusan Sues kan?"
"Tahu, yang diterangkan Bu Guru tadi pagi kan? Kenapa?" tanya si Thole.
"Itu ayahku yang menggalinya," kata Panjul.
"Kamu tahu Laut Mati nggak?" tanya si Thole.
"Tahu. Kenapa?" Panjul balik bertanya.
"Itu ayahku yang membunuhnya ...."
Keduanya berusaha agar ayahnya tampak lebih unggul dari ayah temannya.
Teringat akan pelajaran geografi pagi harinya Panjul bertanya, "Kamu tahu Terusan Sues kan?"
"Tahu, yang diterangkan Bu Guru tadi pagi kan? Kenapa?" tanya si Thole.
"Itu ayahku yang menggalinya," kata Panjul.
"Kamu tahu Laut Mati nggak?" tanya si Thole.
"Tahu. Kenapa?" Panjul balik bertanya.
"Itu ayahku yang membunuhnya ...."
24 Juli 2010
GUS DUR : "Siapa yang Paling Pemberani?"
Di masa pemerintahan Gus Dus, di atas geladak kapal perang US Army tiga pemimpin negara sedang "berdiskusi" tentang prajurit siapa yang paling berani. Eh kebetulan di sekitar kapal ada hiu-hiu yang sedang kelaparan lagi berenang mencari makan ...
Bill Clinton: Kalau Anda tahu ... prajurit kami adalah yang terberani di seluruh dunia ... Mayor .. sini deh ... coba kamu berenang keliling kapal ini 10 kali.
Mayor: (walau tahu ada hiu) siap pak, demi "The Star Spangled Banner" saya siap ,,, (akhirnya dia terjun dan mengelilingi kapal 10 kali sambil dikejar hiu).
Mayor: (naik kapal dan menghadap) Selesai pak!!! Long Live America!!
Clinton: Hebat kamu, kembali ke pasukan!
Koizumi: (tak mau ketinggal, dia panggil sang sersan) Sersan! Menghadap sebentar (sang Sersan datang) ... coba kamu keliling kapal ini sebanyak 50 kali ... !
Sersan: (melihat ada hiu ... glek ... tapi) for the queen I'am ready to serve!!! (pekik sang sersan, kemudian membuka-buka baju lalu terjun ke laut dan berenang keliling 50 kali ... dan dikejar hiu juga).
Sersan: (menghadap sang perdana menteri) GOD save the queen!!!
Koizumi: Hebat kamu ... kembali ke tempat ... Anda lihat Pak Clinton ... Prajurit saya lebih berani dari prajurit Anda ... (tersenyum dengan hebat ...)
Gus Dur tidak mau kalah dengan kesombongan dua pemimpin negeri yg ada di depannya, lalu dengan tenang Gus Dur berteriak,
Gus Dur: Kopral ke sini kamu ... (setelah dayang ...) saya perintahkan kamu untuk terjun ke laut lalu berenang mengelilingi kapal perang ini sebanyak 100 kali ... ok?
Kopral: Hah ... Anda gila yah ...! Presiden nggak punya otak ... nyuruh berenang bersama hiu ... Anda saja yg berenang sendiri sono...!!!kurang ajar!!! (sang Kopral pun pergi meninggalkan sang presiden ...)
Gus Dur: (Dengan sangat bangga) Anda lihat Pak Clinton dan Pak ... Cumi Cumi ... kira-kira siapa yang punya prajurit yang paling BERANI!!! ... Hidup Indonesia ... !!!
Bill Clinton: Kalau Anda tahu ... prajurit kami adalah yang terberani di seluruh dunia ... Mayor .. sini deh ... coba kamu berenang keliling kapal ini 10 kali.
Mayor: (walau tahu ada hiu) siap pak, demi "The Star Spangled Banner" saya siap ,,, (akhirnya dia terjun dan mengelilingi kapal 10 kali sambil dikejar hiu).
Mayor: (naik kapal dan menghadap) Selesai pak!!! Long Live America!!
Clinton: Hebat kamu, kembali ke pasukan!
Koizumi: (tak mau ketinggal, dia panggil sang sersan) Sersan! Menghadap sebentar (sang Sersan datang) ... coba kamu keliling kapal ini sebanyak 50 kali ... !
Sersan: (melihat ada hiu ... glek ... tapi) for the queen I'am ready to serve!!! (pekik sang sersan, kemudian membuka-buka baju lalu terjun ke laut dan berenang keliling 50 kali ... dan dikejar hiu juga).
Sersan: (menghadap sang perdana menteri) GOD save the queen!!!
Koizumi: Hebat kamu ... kembali ke tempat ... Anda lihat Pak Clinton ... Prajurit saya lebih berani dari prajurit Anda ... (tersenyum dengan hebat ...)
Gus Dur tidak mau kalah dengan kesombongan dua pemimpin negeri yg ada di depannya, lalu dengan tenang Gus Dur berteriak,
Gus Dur: Kopral ke sini kamu ... (setelah dayang ...) saya perintahkan kamu untuk terjun ke laut lalu berenang mengelilingi kapal perang ini sebanyak 100 kali ... ok?
Kopral: Hah ... Anda gila yah ...! Presiden nggak punya otak ... nyuruh berenang bersama hiu ... Anda saja yg berenang sendiri sono...!!!kurang ajar!!! (sang Kopral pun pergi meninggalkan sang presiden ...)
Gus Dur: (Dengan sangat bangga) Anda lihat Pak Clinton dan Pak ... Cumi Cumi ... kira-kira siapa yang punya prajurit yang paling BERANI!!! ... Hidup Indonesia ... !!!
17 Juli 2010
KONTES PEDANG
Dalam suatu kontes senjata tajam dunia, tiga orang finalis lolos. Jago pedang dari Spanyol, samurai Jepang, dan pendekar dari Indonesia.
Di babak final, semua peserta mesti unjuk kemampuan membunuh seekor lalat. Kotak penyimpan lalat dibuka, seekor lalat terbang dengan lincahnya. Sang jago pedang dari Spanyol menghunuskan senjatanya dan mengibasnya cepat. Tubuh lalat itu terpotong dua bagian. Penonton bersorak mengaguminya. Giliran sang samurai menghunuskan senjatanya. Dengan satu jurus secepat kilat, tanpa ampun tubuh lalat itu terbagi tiga bagian. Tepuk tangan penonton kembali membahana, memuji sang samurai.
Kini giliran sang pendekar silat Madura. Segera ia menghunus senjata khasnya clurit. Dengan konsentrasi tinggi beberapa detik, ia kibaskan clurit di udara menyambut lalat yang dilepas. Juri dan penonton yang sejak tadi menahan nafas, heran melihat lalatnya tetap utuh dan masih terbang. Melihat reaksi demikian, sang pendekar segera berkata, "Sampeyan jangan salah sangka, itu lalat baru saja saya sunat."
Di babak final, semua peserta mesti unjuk kemampuan membunuh seekor lalat. Kotak penyimpan lalat dibuka, seekor lalat terbang dengan lincahnya. Sang jago pedang dari Spanyol menghunuskan senjatanya dan mengibasnya cepat. Tubuh lalat itu terpotong dua bagian. Penonton bersorak mengaguminya. Giliran sang samurai menghunuskan senjatanya. Dengan satu jurus secepat kilat, tanpa ampun tubuh lalat itu terbagi tiga bagian. Tepuk tangan penonton kembali membahana, memuji sang samurai.
Kini giliran sang pendekar silat Madura. Segera ia menghunus senjata khasnya clurit. Dengan konsentrasi tinggi beberapa detik, ia kibaskan clurit di udara menyambut lalat yang dilepas. Juri dan penonton yang sejak tadi menahan nafas, heran melihat lalatnya tetap utuh dan masih terbang. Melihat reaksi demikian, sang pendekar segera berkata, "Sampeyan jangan salah sangka, itu lalat baru saja saya sunat."
09 Juli 2010
TIMNAS PSSI MASUK PLAY STATION
Kemaren waktu lagi ngobrol bareng teman2 tentang Piala Dunia 2010, eh aku teringat tentang anecdot seru yg ada kaitannya dengan sepak bola juga, tapi objek ceritanya lebih kepada tim sepak bola domestic kita alias PSSI. Gini ceritanya……..
Pada suatu hari perwakilan Timnas - PSSI - yang diketuai Nurdin Halid, berkunjung ke negeri sakura – Jepang - dan mendatangi SONY CORPORATION (Sony Corp) yang merupakan produsen game idola di Indonesia, yakni Play Station (PS). Kunjungan perwakilan PSSI ini diterima langsung oleh Vice President Sony Corp. (VPSP).
Nurdin Halid Cs bermaksud meminta pihak Sony Corp untuk memasukkan Timnas PSSI sebagai salah satu tim di dalam permainan PS tersebut seperti halnya Timnas Inggris, Jerman, Italy, dll. Berikut dialognya:
Nurdin : “Begini Tuan, kami bermaksud mengajukan penawaran hebat kepada perusahaan anda…”
VPSP : “Wow, sepertinya sangat menarik. By The Way, tawaran apa itu Tuan?”
Nurdin : “Begini, dunia sepak bola di negeri kami sedang naik daun dan mengalami peningkatan prestasi yang luar biasa, anda tahu akan hal itu bukan?”
VPSP : “Well, kurang lebih seperti itu lah…Lalu?”
Nurdin : “Nah, jadi kami berfikir, bagaimana bila tim sepak bola nasional kami, PSSI bisa turut dimasukkan ke dalam daftar tim yang ada dalam permainan Play Station ini. Saya yakin masyarakat Indonesia akan sangat bergembira dgn hal ini dan kuantitas penjualan produk PS di negeri kami pasti akan melonjak tajam, saya sangat yakin itu. Bagaimana Tuan?”
VPSP : “Wahhh…justru itu masalahnya Tuan”
Nurdin : (dengan ekspresi bingung 7 keliling) “Apa masalahnya Tuan?”
VPSP : “Kami tidak bisa menambahkan tombol untuk memukul wasit, memaki wasit, apa lagi tombol untuk menurunkan supporter yg beringas turun ke lapangan dan merusak fasilitas…!!!”
Nurdin : “Halaaaaahhh Mak Jaaaaang…..!!!!??????!!!@$%)_”
Pada suatu hari perwakilan Timnas - PSSI - yang diketuai Nurdin Halid, berkunjung ke negeri sakura – Jepang - dan mendatangi SONY CORPORATION (Sony Corp) yang merupakan produsen game idola di Indonesia, yakni Play Station (PS). Kunjungan perwakilan PSSI ini diterima langsung oleh Vice President Sony Corp. (VPSP).
Nurdin Halid Cs bermaksud meminta pihak Sony Corp untuk memasukkan Timnas PSSI sebagai salah satu tim di dalam permainan PS tersebut seperti halnya Timnas Inggris, Jerman, Italy, dll. Berikut dialognya:
Nurdin : “Begini Tuan, kami bermaksud mengajukan penawaran hebat kepada perusahaan anda…”
VPSP : “Wow, sepertinya sangat menarik. By The Way, tawaran apa itu Tuan?”
Nurdin : “Begini, dunia sepak bola di negeri kami sedang naik daun dan mengalami peningkatan prestasi yang luar biasa, anda tahu akan hal itu bukan?”
VPSP : “Well, kurang lebih seperti itu lah…Lalu?”
Nurdin : “Nah, jadi kami berfikir, bagaimana bila tim sepak bola nasional kami, PSSI bisa turut dimasukkan ke dalam daftar tim yang ada dalam permainan Play Station ini. Saya yakin masyarakat Indonesia akan sangat bergembira dgn hal ini dan kuantitas penjualan produk PS di negeri kami pasti akan melonjak tajam, saya sangat yakin itu. Bagaimana Tuan?”
VPSP : “Wahhh…justru itu masalahnya Tuan”
Nurdin : (dengan ekspresi bingung 7 keliling) “Apa masalahnya Tuan?”
VPSP : “Kami tidak bisa menambahkan tombol untuk memukul wasit, memaki wasit, apa lagi tombol untuk menurunkan supporter yg beringas turun ke lapangan dan merusak fasilitas…!!!”
Nurdin : “Halaaaaahhh Mak Jaaaaang…..!!!!??????!!!@$%)_”
06 Juli 2010
MENCARI PEKERJAAN
Pada suatu hari di sebuah negara, seorang lelaki mengunjungi temannya yang telah terpilih menjadi Ketua DPRD di kota tempat tinggalnya.
"Aku membutuhkan bantuanmu untuk mendapatkan pekerjaan, tapi aku tidak lulus SMA," kata lelaki itu.
"Apa kau anggota salah satu partai politik?" tanya ketua Dewan itu.
"Ya, tentu saja," jawab temannya itu.
"Oke, kalau begitu kau bisa jadi anggota dewan, gajimu 30 juta sebulan,"
"Jangan, berikan aja aku
jabatan yang tidak sepenting itu", kata lelaki itu.
"Baiklah kalau begitu, kau akan aku tunjuk menjadi direktur pada salah satu perusahaan negara. Gajimu 20 juta sebulan", kata ketua Dewan itu lagi.
"Jangan, itu masih terlalu penting bagiku. Jangan yang sepenting itu lah", kata lelaki itu.
"Baiklah, kau akan aku angkat sebagai kepala bagian dan statusmu pegawai negeri dengan gaji 15 juta sebulan", kata ketua Dewan itu sambil membakar cerutunya.
"Wah, itu masih terlalu tinggi, mungkin engkau bisa mengangkatku menjadi seorang tukang ketik di kelurahan dengan gaji 500 ribu per bulan", kata lelaki itu.
Wah, itu tidak bisa...!!!" kata ketua Dewan itu dengan muka serius.
"Untuk menjadi seorang tukang ketik di kelurahan, minimal kau harus punya ijazah S1" sambungnya...
"Aku membutuhkan bantuanmu untuk mendapatkan pekerjaan, tapi aku tidak lulus SMA," kata lelaki itu.
"Apa kau anggota salah satu partai politik?" tanya ketua Dewan itu.
"Ya, tentu saja," jawab temannya itu.
"Oke, kalau begitu kau bisa jadi anggota dewan, gajimu 30 juta sebulan,"
"Jangan, berikan aja aku
jabatan yang tidak sepenting itu", kata lelaki itu.
"Baiklah kalau begitu, kau akan aku tunjuk menjadi direktur pada salah satu perusahaan negara. Gajimu 20 juta sebulan", kata ketua Dewan itu lagi.
"Jangan, itu masih terlalu penting bagiku. Jangan yang sepenting itu lah", kata lelaki itu.
"Baiklah, kau akan aku angkat sebagai kepala bagian dan statusmu pegawai negeri dengan gaji 15 juta sebulan", kata ketua Dewan itu sambil membakar cerutunya.
"Wah, itu masih terlalu tinggi, mungkin engkau bisa mengangkatku menjadi seorang tukang ketik di kelurahan dengan gaji 500 ribu per bulan", kata lelaki itu.
Wah, itu tidak bisa...!!!" kata ketua Dewan itu dengan muka serius.
"Untuk menjadi seorang tukang ketik di kelurahan, minimal kau harus punya ijazah S1" sambungnya...
27 Juni 2010
KETIKA GEORGE W. BUSH DICULIK
Arlington Avenue, jalan di Washington DC , tak seperti biasanya; Macet!
Aku yang kala itu terjebak di dalamnya; “Ternyata di Amrik juga ada
macet.” Tak lama ada bule ngetuk kaca mobil yang kukendarai, kubuka kaca
sambil nanya pake Bahasa Inggris-Sunda… .
“Ada apa, koq macet?”
“Presiden Bush diculik teroris..! Terorisnya minta tebusan 1 milyar dollar, jika
tidak, presiden Bush mau disiram bensin terus dibakar!”
“Lantas, tugas Anda?” Tanyaku.
“Tugas saya adalah mengumpulkan sumbangan dari tiap mobil yang lewat….”
“Berapa saya harus menyumbang?” Kataku yang bingung dengan jumlah
sumbangan yang harus kuberikan.
“Terserah, seikhlasnya, but the others ada yang ngasih 5 liter, 7 liter,
bahkan 10 liter bensin….”
"HHHAAAAAAAAAA..................??????????"
:D
Aku yang kala itu terjebak di dalamnya; “Ternyata di Amrik juga ada
macet.” Tak lama ada bule ngetuk kaca mobil yang kukendarai, kubuka kaca
sambil nanya pake Bahasa Inggris-Sunda… .
“Ada apa, koq macet?”
“Presiden Bush diculik teroris..! Terorisnya minta tebusan 1 milyar dollar, jika
tidak, presiden Bush mau disiram bensin terus dibakar!”
“Lantas, tugas Anda?” Tanyaku.
“Tugas saya adalah mengumpulkan sumbangan dari tiap mobil yang lewat….”
“Berapa saya harus menyumbang?” Kataku yang bingung dengan jumlah
sumbangan yang harus kuberikan.
“Terserah, seikhlasnya, but the others ada yang ngasih 5 liter, 7 liter,
bahkan 10 liter bensin….”
"HHHAAAAAAAAAA..................??????????"
:D
10 Agustus 2009
Politik Bebas - Aktif
Waktu Presiden Megawati ke AS bertemu Presiden Bush, bertanyalah Bush kepada
Megawati: "Madam Presiden, apa sebenarnya makna dari politik Indonesia yang
disebut 'Bebas Aktif' itu?"
"Maksudnya," jawab Megawati, "Para pejabat kami sangat bebas dalam
mengeluarkan komentar dan pernyataan2-nya, dan kemudian -- sesuai dng
kondisi -- aktif sekali untuk meralatnya!"
Megawati: "Madam Presiden, apa sebenarnya makna dari politik Indonesia yang
disebut 'Bebas Aktif' itu?"
"Maksudnya," jawab Megawati, "Para pejabat kami sangat bebas dalam
mengeluarkan komentar dan pernyataan2-nya, dan kemudian -- sesuai dng
kondisi -- aktif sekali untuk meralatnya!"
09 Agustus 2009
Anekdot Mas Tommy , Mbak Tutut , Pak Harto, dan penjaga tol
Pada suatu hari Tutut, anaknya Soeharto, lewat di jalan tol di Jakarta.:
Penjaga Tol: "3000 rupiah".
Mbak Tutut yang emangnya ngak punya uang seribuan mengeluarkan uang 50 ribu rupiah langsung saja menyodorkan tuch uang.
Penjaga Tol: "Ini Bu, kembaliannya."
Mbak Tutut: "Sudah...simpan saja buat keluarga anda."
Penjaga tol merasa senang karena menerima 47 ribu rupiah dan langsung berterima kasih kepada Mbak Tutut.
Setelah beberapa jam Tommy dateng melewati jalan tol tersebut. Karena mereka tuch anaknya Soeharto, ngak punya uang receh, Tommy mengeluarkan uang 20 ribuan.
Penjaga Tol: "Ini Pak, kembaliannya 17 ribu."
Mas Tommy: "Sudahlah, simpan aja buat sekolah anak anda."
Penjaga langsung memasukan kembalian itu ke kantongnya dan berterima kasih banyak ke Tommy.
Setelah beberapa jam Pak Soeharto dengan mobilnya lewat jalan tol. Pak Harto mengeluarkan uang 5000 rupiah dan disodorkan ke penjaga tol.
Bapak Soeharto menunggu uang kembaliannya itu dan setelah menunggu 5 menit, ditanyanya kepada penjaga tol.
Bapak
Soeharto: "Lho, mana uang kembalian saya ?"
Penjaga Tol: "Ah Bapak, masa uang 2000 rupiah aja dibalikin. Tadi Mbak Tutut dan Mas Tommy lewat kembaliannya 47 ribu dan 17 ribu aja diberikan ke saya, masa Bapak yang 2000 aja minta kembalian?? "
Soeharto: "Tunggu dulu mas !! Anda tau sapa Tutut dan Tommy??"
Penjaga Tol dengan cekatan menjawab: "Yach tahu Pak! Pertanyaan gampang tho, jelas Mbak Tutut dan Mas Tommy tuh Anaknya Presiden."
Bapak Soeharto: "Pinter kamu, tahu mereka anak Presiden. Nah sedangkan saya kan cuma Anak Petani !! Sekarang, mana kembalian saya??"
Penjaga Tol : !@$@!$!%!^$@^
Penjaga Tol: "3000 rupiah".
Mbak Tutut yang emangnya ngak punya uang seribuan mengeluarkan uang 50 ribu rupiah langsung saja menyodorkan tuch uang.
Penjaga Tol: "Ini Bu, kembaliannya."
Mbak Tutut: "Sudah...simpan saja buat keluarga anda."
Penjaga tol merasa senang karena menerima 47 ribu rupiah dan langsung berterima kasih kepada Mbak Tutut.
Setelah beberapa jam Tommy dateng melewati jalan tol tersebut. Karena mereka tuch anaknya Soeharto, ngak punya uang receh, Tommy mengeluarkan uang 20 ribuan.
Penjaga Tol: "Ini Pak, kembaliannya 17 ribu."
Mas Tommy: "Sudahlah, simpan aja buat sekolah anak anda."
Penjaga langsung memasukan kembalian itu ke kantongnya dan berterima kasih banyak ke Tommy.
Setelah beberapa jam Pak Soeharto dengan mobilnya lewat jalan tol. Pak Harto mengeluarkan uang 5000 rupiah dan disodorkan ke penjaga tol.
Bapak Soeharto menunggu uang kembaliannya itu dan setelah menunggu 5 menit, ditanyanya kepada penjaga tol.
Bapak
Soeharto: "Lho, mana uang kembalian saya ?"
Penjaga Tol: "Ah Bapak, masa uang 2000 rupiah aja dibalikin. Tadi Mbak Tutut dan Mas Tommy lewat kembaliannya 47 ribu dan 17 ribu aja diberikan ke saya, masa Bapak yang 2000 aja minta kembalian?? "
Soeharto: "Tunggu dulu mas !! Anda tau sapa Tutut dan Tommy??"
Penjaga Tol dengan cekatan menjawab: "Yach tahu Pak! Pertanyaan gampang tho, jelas Mbak Tutut dan Mas Tommy tuh Anaknya Presiden."
Bapak Soeharto: "Pinter kamu, tahu mereka anak Presiden. Nah sedangkan saya kan cuma Anak Petani !! Sekarang, mana kembalian saya??"
Penjaga Tol : !@$@!$!%!^$@^
07 Agustus 2009
Ayahku Hebat
Saat istirahat sekolah, si Thole dan Panjul duduk-duduk berdua sambil mengobrol. Mereka lalu saling membanggakan ayahnya masing-masing.
Keduanya berusaha agar ayahnya tampak lebih unggul dari ayah temannya.
Teringat akan pelajaran geografi pagi harinya Panjul bertanya, "Kamu tahu Terusan Sues kan?"
"Tahu, yang diterangkan Bu Guru tadi pagi kan? Kenapa?" tanya si Thole.
"Itu ayahku yang menggalinya," kata Panjul.
"Kamu tahu Laut Mati nggak?" tanya si Thole.
"Tahu. Kenapa?" Panjul balik bertanya.
"Itu ayahku yang membunuhnya ...."
Keduanya berusaha agar ayahnya tampak lebih unggul dari ayah temannya.
Teringat akan pelajaran geografi pagi harinya Panjul bertanya, "Kamu tahu Terusan Sues kan?"
"Tahu, yang diterangkan Bu Guru tadi pagi kan? Kenapa?" tanya si Thole.
"Itu ayahku yang menggalinya," kata Panjul.
"Kamu tahu Laut Mati nggak?" tanya si Thole.
"Tahu. Kenapa?" Panjul balik bertanya.
"Itu ayahku yang membunuhnya ...."
04 Agustus 2009
DEBAT
Sepasang suami istri sedang berargumentasi mengenai keluarga mereka masing-masing. Sampai akhirnya si Istri berkata, "Ah, kamu memang tidak pernah menyukai orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga denganku dan lebih membela keluargamu."
Lalu si Suami membantah, "Oh itu tidak benar ..., buktinya aku lebih menyukai ibu mertuamu dari pada ibu mertuaku sendiri."
Lalu si Suami membantah, "Oh itu tidak benar ..., buktinya aku lebih menyukai ibu mertuamu dari pada ibu mertuaku sendiri."
09 Juni 2009
Saat Ta'aruf
Seorang ikhwan yang kuliah di semester akhir berazzam untuk menyempurnakan separuh dien-nya. Sebagaimana biasa, beliau pun menghubungi ustadnya dan memulai proses dari awal sampai akhirnya tiba saatnya untuk taaruf, yaitu dipertemukan dengan calonnya.
Tibalah hari dan jam yang telah ditentukan, dengan semangat seorang aktivis, beliau datang tepat waktu di sebuah tempat yang telah di janjikan ustad. Taaruf pun dimulai, sang akhi duduk disebelah murobby, sementara agak jauh di depannya sang akhwat di temani murobbiyahnya dengan posisi duduk menyamping menjauhi sudut pandangan si ikhwan.
Setelah sekian lama berlalu tak ada pembicaraan, sang murobby berbisik pelan pada mad’unya yang malu-malu ini,
“Gimana akhi, sudah lihat akhwatnya belum, sudah mantap apa belum?”
“Sudah Ustad, saya mantap sekali ustad, akhwatnya yang sebelah kiri itu khan?”
Murobbynya kaget, wajahnya berubah agak kemerahan.
“Eh..gimana antum! Yang itu istri ana!”
original post : www.suryamuslim.blogspot.com
sumber : http://muslimstory.wordpress.com
Tibalah hari dan jam yang telah ditentukan, dengan semangat seorang aktivis, beliau datang tepat waktu di sebuah tempat yang telah di janjikan ustad. Taaruf pun dimulai, sang akhi duduk disebelah murobby, sementara agak jauh di depannya sang akhwat di temani murobbiyahnya dengan posisi duduk menyamping menjauhi sudut pandangan si ikhwan.
Setelah sekian lama berlalu tak ada pembicaraan, sang murobby berbisik pelan pada mad’unya yang malu-malu ini,
“Gimana akhi, sudah lihat akhwatnya belum, sudah mantap apa belum?”
“Sudah Ustad, saya mantap sekali ustad, akhwatnya yang sebelah kiri itu khan?”
Murobbynya kaget, wajahnya berubah agak kemerahan.
“Eh..gimana antum! Yang itu istri ana!”
original post : www.suryamuslim.blogspot.com
sumber : http://muslimstory.wordpress.com
30 April 2009
Rekruitmen CIA
Suatu hari, CIA (Agen Rahasia di AS) berniat melakukan rekruitmen seorang pembunuh bayaran untuk melaksanakan misi di Irak. Ada ribuan orang yang mendaftar karena tergiur dengan bayaran 1 juta dolar.
Setelah menjalani puluhan macam tes, hanya tersisa 3 orang (2 pria dan 1 gadis muda) untuk melewati tes terakhir. Pada tes terakhir ini, setiap kontestan diharuskan membawa pasangannya masing-masing. Lalu seorang agen CIA memanggil pria pertama dan memberikannya sebuah pistol Magnum 52 dan berkata kepadanya:
"Di dalam ruangan di depan kamu ini ada isteri kamu yang terikat pada sebuah kursi. Kamu harus menembaknya sampai mati".
Langsung aja si pria lunglai dan mengeluarkan air mata sambil berkata: "Oh, aku tidak sanggup melakukannya. Aku terlalu mencintainya..."
"Oke, kalau begitu bawa istrimu kembali dan pulanglah, habiskan hidupmu bersamanya dan carilah pekerjaan lain".
Agen CIA lalu memanggil pria kedua dan memerintahkan hal yang sama. Si pria menjawab,
"Oh tidak, saya dan pacar saya akan menikah minggu depan, gila apa kamu nyuruh saya menembaknya?"
"Kalau begitu anda tereliminasi, pulanglah dan segerakan pernikahanmu dengannya...!!!"
Lalu tibalah giliran si gadis muda dan dia juga menerima perintah yg sama. lalu si gadis memasuki ruangan itu (di mana sudah ada pacarnya duduk dengan tangan terikat pada sebuah kursi).
Tak lama setelah dia masuk dan pintu ruangan ditutup, terdengarlah suara gedebak-gedebuk, teriakan, jeritan dan suara benda-benda berjatuhan. 15 menit kemudian, pintunya terbuka dan si gadis berdiri di depan pintu sambil mengusap keringat yang bercucuran deras di wajahnya, lalu berkata kepada agen-agen CIA yang berdiri di depannya dengan pandangan heran.
"Mengapa kalian tidak mengatakan padaku kalau pistolnya tidak ada peluru? Jadi aku tidak perlu bersusah payah memukul mati pacarku...!!!"
Setelah menjalani puluhan macam tes, hanya tersisa 3 orang (2 pria dan 1 gadis muda) untuk melewati tes terakhir. Pada tes terakhir ini, setiap kontestan diharuskan membawa pasangannya masing-masing. Lalu seorang agen CIA memanggil pria pertama dan memberikannya sebuah pistol Magnum 52 dan berkata kepadanya:
"Di dalam ruangan di depan kamu ini ada isteri kamu yang terikat pada sebuah kursi. Kamu harus menembaknya sampai mati".
Langsung aja si pria lunglai dan mengeluarkan air mata sambil berkata: "Oh, aku tidak sanggup melakukannya. Aku terlalu mencintainya..."
"Oke, kalau begitu bawa istrimu kembali dan pulanglah, habiskan hidupmu bersamanya dan carilah pekerjaan lain".
Agen CIA lalu memanggil pria kedua dan memerintahkan hal yang sama. Si pria menjawab,
"Oh tidak, saya dan pacar saya akan menikah minggu depan, gila apa kamu nyuruh saya menembaknya?"
"Kalau begitu anda tereliminasi, pulanglah dan segerakan pernikahanmu dengannya...!!!"
Lalu tibalah giliran si gadis muda dan dia juga menerima perintah yg sama. lalu si gadis memasuki ruangan itu (di mana sudah ada pacarnya duduk dengan tangan terikat pada sebuah kursi).
Tak lama setelah dia masuk dan pintu ruangan ditutup, terdengarlah suara gedebak-gedebuk, teriakan, jeritan dan suara benda-benda berjatuhan. 15 menit kemudian, pintunya terbuka dan si gadis berdiri di depan pintu sambil mengusap keringat yang bercucuran deras di wajahnya, lalu berkata kepada agen-agen CIA yang berdiri di depannya dengan pandangan heran.
"Mengapa kalian tidak mengatakan padaku kalau pistolnya tidak ada peluru? Jadi aku tidak perlu bersusah payah memukul mati pacarku...!!!"
25 April 2009
PENGAMAT LINGKUNGAN, BBM, dan POLITIKUS
Pengamat Lingkungan : "Saat ini kondisi permukaan bumi sudah sangat memprihatinkan. Tidak ada tempat yang bisa dikatakan bebas dari pencemaran. Apakah anda bisa memberi solusi agar tingkat pencemaran bisa berkurang?"
Politikus : "Tentu saja"
Pengamat Lingkungan : "Bagaimana caranya?"
Politikus : "Dengan menaikkan harga BBM...!!!"
Politikus : "Tentu saja"
Pengamat Lingkungan : "Bagaimana caranya?"
Politikus : "Dengan menaikkan harga BBM...!!!"
19 April 2009
Do You Like 'Mi'...???
Alkisah, pernah suatu ketika pada waktu AS dipimpin oleh Presiden Ronald Reagan, Presiden Soeharto dan Ny melakukan kunjungan kenegaraan ke sana. Selama di AS, mereka berdua diinapkan di gedung putih.
Pada suatu malam, Ibu Tien kelaparan (mungkin karena suhu udara sangat dingin). Lalu diam-diam pergi ke dapur sambil membawa sebungkus indomie untuk dimasak. Seluruh peralatan dapur di sana sangat canggih dan modern, sehingga sangat ringan.
Berhubung Ibu Tien belum pernah menggunakannya, maka sewaktu memasak mengeluarkan bunyi berkelontangan. Karena suara-suara tersebut, bangunlah Ronald Reagan dan mengecek. Waktu ia sampai di dapur, ia melihat Ibu Tien sedang asyik memasak mie kuah. Ketika Ibu Tien sadar bahwa Tuan rumah ada di dekatnya, maka dengan sopan santun Ibu Tien berkata:
"Do you like 'mi' Sir? Still hot" ujar Ibu Tien hati-hati.
"No, thanks. I'll pass", jawab Reagan sambil berlalu...
Pada suatu malam, Ibu Tien kelaparan (mungkin karena suhu udara sangat dingin). Lalu diam-diam pergi ke dapur sambil membawa sebungkus indomie untuk dimasak. Seluruh peralatan dapur di sana sangat canggih dan modern, sehingga sangat ringan.
Berhubung Ibu Tien belum pernah menggunakannya, maka sewaktu memasak mengeluarkan bunyi berkelontangan. Karena suara-suara tersebut, bangunlah Ronald Reagan dan mengecek. Waktu ia sampai di dapur, ia melihat Ibu Tien sedang asyik memasak mie kuah. Ketika Ibu Tien sadar bahwa Tuan rumah ada di dekatnya, maka dengan sopan santun Ibu Tien berkata:
"Do you like 'mi' Sir? Still hot" ujar Ibu Tien hati-hati.
"No, thanks. I'll pass", jawab Reagan sambil berlalu...
18 April 2009
Kalau ada Politikus yang Kecelakaan, apa yang akan ANDA LAKUKAN...???
Sebuah bis yang penuh dengan para politikus keluar dari jalan dan menabrak sebuah pohon besar di sebuah ladang milik seorang petani tua.
Setelah menyelidiki apa yang terjadi, petani tua itu menggali sebuah lubang dan mengubur mayat-mayat politikus itu secara massal.
Beberapa hari kemudian, seorang sherif lokal lewat dan bertanya kepada petani tua itu:
"Apakah mereka semua mati?"
Petani tua itu menjawab:
"Begini Tuan, beberapa dari mereka berkata bahwa mereka belum mati. Tapi anda tahu sendiri kan, betapa seringnya politikus itu berbohong...???"
Setelah menyelidiki apa yang terjadi, petani tua itu menggali sebuah lubang dan mengubur mayat-mayat politikus itu secara massal.
Beberapa hari kemudian, seorang sherif lokal lewat dan bertanya kepada petani tua itu:
"Apakah mereka semua mati?"
Petani tua itu menjawab:
"Begini Tuan, beberapa dari mereka berkata bahwa mereka belum mati. Tapi anda tahu sendiri kan, betapa seringnya politikus itu berbohong...???"
17 April 2009
Salah Ambil Parasut
Dalam sebuah pesawat terbang dari Dhili menuju Denpasar, terdapat 3 orang penumpang, yakni seorang anggota pramuka, pastor asal Timor-timur dan Harmoko yang pada saat itu masih menjabat sebagai Ketua MPR-RI. Tiba-tiba terdengar dari suara pilot lewat pengeras suara.
"Dalam beberapa detik pesawat kita akan jatuh. Tapi sayang kita hanya punya 3 parasut. Saya akan mengambil 1 karena saya harus melaporkan kecelakaan yang melibatkan tokoh penting ini".
Sang pilot pun langsung loncat.
Melihat pilot dengan gesit meloncat, Harmoko buru-buru mengambil sebuah parasut yang ada di dekatnya.
"Saya perlu menyelamatkan diri, sebab saya bertugas memimpin Sidang Umum MPR untuk menggolkan Soeharto sebagai Presiden RI".
Harmoko pun langsung terjun menyusul sang pilot.
Pastor pun kemudian menatap si pramuka kecil,
"Nak," ujar sang Pastor,
"Saya sudah puas menjalani kehidupan ini. Sedangkan kamu masih harus menjalaninya. Gunakanlah parasut yang tersisa ini, semoga Tuhan menyertaimu, Nak..." kata sang Pastor sedih.
"Jangan bersedih Pastor," ujar si pramuka,
"Kita masih punya 2 parasut kok,"
"Yang diambil Pak Harmoko tadi bukan parasut, tapi ransel saya..."
"Dalam beberapa detik pesawat kita akan jatuh. Tapi sayang kita hanya punya 3 parasut. Saya akan mengambil 1 karena saya harus melaporkan kecelakaan yang melibatkan tokoh penting ini".
Sang pilot pun langsung loncat.
Melihat pilot dengan gesit meloncat, Harmoko buru-buru mengambil sebuah parasut yang ada di dekatnya.
"Saya perlu menyelamatkan diri, sebab saya bertugas memimpin Sidang Umum MPR untuk menggolkan Soeharto sebagai Presiden RI".
Harmoko pun langsung terjun menyusul sang pilot.
Pastor pun kemudian menatap si pramuka kecil,
"Nak," ujar sang Pastor,
"Saya sudah puas menjalani kehidupan ini. Sedangkan kamu masih harus menjalaninya. Gunakanlah parasut yang tersisa ini, semoga Tuhan menyertaimu, Nak..." kata sang Pastor sedih.
"Jangan bersedih Pastor," ujar si pramuka,
"Kita masih punya 2 parasut kok,"
"Yang diambil Pak Harmoko tadi bukan parasut, tapi ransel saya..."
HORAS BAH...!!!
BBM naik,
hidup tambah SIMANUNGKALIT,
harga-harga NAEK,
SAGALA PANDAPOTAN MANURUNG,
banyak SIHOTANG...
Hidup bagaikan mendaki TOBING,
tak ada lagi HARAHAP,
Kepala pusing sampai SIBUTAR-BUTAR,
rambut rontok dan nyaris POLTAK...
Jumlah rakyat miskin sudah PANGARIBUAN,
anak-anak menangis MARPAUNG-PAUNG,
otak sudah SITOMPUL,
tapi kita masih diminta sabar SITORUS...
jangan putus HARAHAP, katanya.
Mintalah PARLINDUNGAN,
supaya BONAR-BONAR selamat...
BUTET dah...!!!
hidup tambah SIMANUNGKALIT,
harga-harga NAEK,
SAGALA PANDAPOTAN MANURUNG,
banyak SIHOTANG...
Hidup bagaikan mendaki TOBING,
tak ada lagi HARAHAP,
Kepala pusing sampai SIBUTAR-BUTAR,
rambut rontok dan nyaris POLTAK...
Jumlah rakyat miskin sudah PANGARIBUAN,
anak-anak menangis MARPAUNG-PAUNG,
otak sudah SITOMPUL,
tapi kita masih diminta sabar SITORUS...
jangan putus HARAHAP, katanya.
Mintalah PARLINDUNGAN,
supaya BONAR-BONAR selamat...
BUTET dah...!!!
Polisi, ABRI dan BIA
Kepolisian, ABRI dan Badan Intelijen BIA saling menyombongkan bahwa merekalah yang terbaik dalam menangkap penjarah yang sedang marak pada saat itu. Pemerintah merasa perlu untuk melakukan tes terhadap hal ini.
Dilepaskanlah seekor kelinci ke dalam hutan dan ketiga kelompok pengikut tes di atas harus berusaha menangkapnya. BIA masuk ke hutan. Mereka menempatkan informan-informan di setiap pelosok hutan itu. Mereka menanyai setiap pohon, rumput, semak dan binatang di hutan tersebut. Tidak ada pelosok hutan yang tidak diinterogasi oleh mereka.
Setelah satu bulan penyelidikan secara menyeluruh, akhirnya BIA mengambil kesimpulan bahwa kelinci tersebut tidak pernah ada, alias issue.
ABRI masuk ke hutan. Setelah satu bulan kerja tanpa hasil, mereka akhirnya kehilangan kesabaran dan membakar hutan sehingga setiap makhluk hidup di dalamnya terpanggang tanpa terkecuali. Akhirnya kelinci tersebut diketemukan dalam kondisi hitam legam, mati...tentu saja.
Polisi pun masuk ke dalam hutan. 2 jam kemudian mereka keluar dari hutan sambil membawa seekor tikus putih yang telah hancur-hancuran badannya dipukuli.
Tikus itu berteriak-teriak:
"YA...YA... SAYA MENGAKU...!!!
SAYA KELINCI...!!!!
SAYA KELINCI...!!!"
Dilepaskanlah seekor kelinci ke dalam hutan dan ketiga kelompok pengikut tes di atas harus berusaha menangkapnya. BIA masuk ke hutan. Mereka menempatkan informan-informan di setiap pelosok hutan itu. Mereka menanyai setiap pohon, rumput, semak dan binatang di hutan tersebut. Tidak ada pelosok hutan yang tidak diinterogasi oleh mereka.
Setelah satu bulan penyelidikan secara menyeluruh, akhirnya BIA mengambil kesimpulan bahwa kelinci tersebut tidak pernah ada, alias issue.
ABRI masuk ke hutan. Setelah satu bulan kerja tanpa hasil, mereka akhirnya kehilangan kesabaran dan membakar hutan sehingga setiap makhluk hidup di dalamnya terpanggang tanpa terkecuali. Akhirnya kelinci tersebut diketemukan dalam kondisi hitam legam, mati...tentu saja.
Polisi pun masuk ke dalam hutan. 2 jam kemudian mereka keluar dari hutan sambil membawa seekor tikus putih yang telah hancur-hancuran badannya dipukuli.
Tikus itu berteriak-teriak:
"YA...YA... SAYA MENGAKU...!!!
SAYA KELINCI...!!!!
SAYA KELINCI...!!!"
16 April 2009
Penyeludupan di Timur Tengah
Seorang warga Palestina bernama Mahmud hendak melintasi pos perbatasan Israel-Palestina. Dia bersepeda dan membawa 2 tas besar di pundaknya.
Tentara Israel segera memerintahkan dia berhenti,
"Pinggirkan sepedamu. Saya ingin bertanya, apa isi kedua tas itu?"
"Pasir", jawab Mahmud.
Tentara Israel itu tidak percaya begitu saja. Mereka membongkar kedua tas tersebut dan benar, mereka menemukan pasir di dalamnya. Akhirnya mereka melepaskan Mahmud dan membiarkannya melintasi perbatasan menuju wilayah Israel.
Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang kembali. Tentara Israel menghentika sepedanya dan bertanya :
"Apa yang kamu bawa?"
"Pasir", jawab Mahmud.
Tentara-tentara itu memeriksa dengan teliti kedua tas itu dan tetap menemukan benda yang sama, pasir.
Kejadian yang sama berulang kali terjadi hingga 3 tahun lamanya.
Akhirnya, Mahmud tidak muncul lagi dan tentara Israel itu menjumpainya sedang bersantai ria di luar kota Yerikho.
"Hei, kamu yang suka membawa pasri dalam tas itu kan?", tanya tentara Israel itu.
"Saya menduga kamu selama ini telah membohongi kami saat melintasi perbatasan. Tapi saya selalu menemukan pasir di dalam tasmu. Selama 3 tahun, saya sepertinya menjadi gila, tidak bisa makan atau tidur memikirkan barang seludupan kami itu. Baiklah, ini di antara kita berdua saja! Saya mau tanya, sebenarnya apa sih yang kamu seludupkan tiap hari selama 3 tahun itu?"
Mahmud menjawab dengan kalem :
"Sepeda!"
Tentara Israel segera memerintahkan dia berhenti,
"Pinggirkan sepedamu. Saya ingin bertanya, apa isi kedua tas itu?"
"Pasir", jawab Mahmud.
Tentara Israel itu tidak percaya begitu saja. Mereka membongkar kedua tas tersebut dan benar, mereka menemukan pasir di dalamnya. Akhirnya mereka melepaskan Mahmud dan membiarkannya melintasi perbatasan menuju wilayah Israel.
Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang kembali. Tentara Israel menghentika sepedanya dan bertanya :
"Apa yang kamu bawa?"
"Pasir", jawab Mahmud.
Tentara-tentara itu memeriksa dengan teliti kedua tas itu dan tetap menemukan benda yang sama, pasir.
Kejadian yang sama berulang kali terjadi hingga 3 tahun lamanya.
Akhirnya, Mahmud tidak muncul lagi dan tentara Israel itu menjumpainya sedang bersantai ria di luar kota Yerikho.
"Hei, kamu yang suka membawa pasri dalam tas itu kan?", tanya tentara Israel itu.
"Saya menduga kamu selama ini telah membohongi kami saat melintasi perbatasan. Tapi saya selalu menemukan pasir di dalam tasmu. Selama 3 tahun, saya sepertinya menjadi gila, tidak bisa makan atau tidur memikirkan barang seludupan kami itu. Baiklah, ini di antara kita berdua saja! Saya mau tanya, sebenarnya apa sih yang kamu seludupkan tiap hari selama 3 tahun itu?"
Mahmud menjawab dengan kalem :
"Sepeda!"
Langganan:
Postingan (Atom)
